Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 Maret 2015

Apa Tujuan Sebenarnya Saya Belajar Bahasa Mandarin (Bagian 1)

Tidak sedikit orang-orang di sekitar saya bertanya-tanya kepada saya apa alasan yang paling masuk akal bagi mereka untuk mempelajari bahasa yang katanya merupakan bahasa tersulit di dunia ini. Saya selaku orang yang sangat mencintai bahasa ini akan membagikan pandangan saya tentang alasan orang belajar bahasa mandarin.

Sebelumnya, saya akan membagikan sedikit latar belakang bahasa mandarin saya.

Saya sempat mencicipi rumitnya bahasa ini sewaktu kelas satu SD. Waktu itu tema saya belajar bahasa mandarin adalah “Iseg-Iseng Berhadiah”. Belajar bahasa mandarin kala itu sangat membosankan, gurunya kurang interaktif dan yang ada di pikiran saya hanya satu, “Kapan pelajaran ini usai?” Akhirnya karena terbentur waktu sana-sini dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan belajar, saya meninggalkannya, tanpa ada rasa kehilangan sedikitpun.

Waktu berlalu. Kemudian di kelas tiga SD, demi apa sekolah saya mengharuskan seluruh siswa belajar bahasa mandarin. Masih, saya mempelajarinya dengan setengah hati. Saya belajar hanya di kala ulangan saja. Menghapal huruf-huruf itu sangat menyita waktu saya.

Dua kali bahasa mandarin datang pada saya, dua kali saya tolak. Bahasa ini pun terpental dari hidup saya.

Kenyataan pertama yang indah adalah saya tidak harus terlibat dengan huruf-huruf mandarin yang rempong dan bentuknya aneh. Saya tidak harus mengingat langkah-langkah menulis aksara mandarin. Ada yang dari kiri ke kanan, ada yang dari atas ke bawah, ada yang terbalik, tekan di sini, atau tarik pelan di sini, atau garis ini arahnya seperti ini, macam-macam. Kalau aturan A berlaku di sini, belum tentu aturan A berlaku di huruf yang berbeda. Setiap huruf punya aturan tersendiri bagaimana mereka diperlakukan. Dan semuanya itu, sangat menguras pikiran. Ibarat Anda punya banyak pacar, Anda harus mengerti bagaimana cara memperlakukan pacar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kenyataan kedua yang jauh lebih indah adalah saya mendapati belajar atau tidak belajar bahasa mandarin, memahami atau tidak memahami bahasa mandarin, mengerti aturan penulisannya atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh terhadap cerahnya masa depan saya. Toh walaupun hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun saya tidak mencampuri hidup saya dengan bahasa ini, hidup saya berjala lancar-lancar saja, bahkan sangat bahagia.

Kesimpulan pertama saya adalah, belajar bahasa mandarin sama sekali tidak berpengaruh pada baik buruk hidup saya.

Cerita ini belum selesai, masih bersambung ke Apa Tujuan Sebenarnya Saya Belajar Bahasa Mandarin(Bagian 2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About